Minggu, 28 Maret 2021

Cahaya Suci

suatu saat, ada cahaya murni yang terbawa dan bersinar terang keluar dari tubuh, pikiran dan jiwa yang jernih, cahaya yang mampu menghilngkan kepenatan, cahaya yang mampu menghapu air mata kesedihan.

pada kebanyakan orang dewasa, cahaya nya kian memudar diredam oleh penampilan tubuh dan dihalangi tebalnya kabut logika dan kerumitan kata-kata yang membuat langit pemahaam kian gelap.

kehilangan cahaya ini membuat semuanya seakan terbalik, senyum manis kadang terlihat seperti hinaan, suara tawa memicu perkelahian. banyak orang yang kehilangan sense of happiness, terpendam jauh di samudera bawah sadar, terbungkus oleh kerumitan pikiran.

perilaku, pikiran dan kata-kata lebih banyak mengundang kemarahan daripada keramahan dan kesedihan daripada kebahagiaan.

pikiran yang tak lagi jernih telah membungkus cahaya murni yang terbawa saat lahir, maka cahaya pertama kehidupan, yang dulu pernah merangsang hadirnya tangis kita untuk memberi kebahagiaan kepada orangtua dan alam, saat ini harus dihadirkan lagi sebagai energi pendorong kita untuk terlahir kembali dalamkesadaran baru.

Seperti Bayi yang tanpa perlu menghibur, kehadiranya sudah menghibur, tanpa perlu melucu kehadirannya sudah menghadirkan tawa dan tanpa perlu memberi kehadirannya sudah membahagiakan.

seeorang yang bisa menjadi sandaran untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan dan memberi arti yang jelas pada hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar